Srategi Public Relations Digital

   


       Kampanye humas digital biasanya di lakukan  untuk berbagai tujuan, misalkan: mensosialisasikan suatu program tertentu, baik yang bersifat sosial, pendidikan, politik, atau pun yang berkaitan dengan misi khusus suatu organisasi. Namun, terlepas dari apapun tujuannya, rangkaian kegiatan dalam kampanye kehumasan, harus melibatkan berbagai tahapan berikut, yakni: analisis situasi, penetapan tujuan dan khalayak, pemilihan media, penentuan anggaran dan pengukuran hasil. Berikut ini akan diuraikan masing-masing kegiatan tersebut.

Pertama, adalah analisis situasi.
Analisis situasi merupakan langkah awal untuk menetapkan permasalahan yang akan menjadi dasar progrm kampanye, ada dua jenis analisis yang dapat digunakan yaitu analisis PEST dan SWOT.

Langkah kedua, penetapan tujuan.
Penetapan tujuan kampanye sangat berkaitan dengan pemaparan masalah sehingga harus diarahkan untuk menjawab persoalan. Setelah menetapkan secara jelas tujuan, maka yang tidak kalah penting adalah menegaskan, siapa yang akan menjadi sasaran dari kampanye itu dan apa yang ingin dicapai.

Tahap ketiga dalam kegiatan kampanye adalah menetapkan khalayak
Dalam menetapkan khalayak, PR harus menseleksi khalayak mana yang akan dijadikan sasaran dari kampanyenya.

Langkah keempat adalah memilih media komunikasi atau penetapan strategi komunikasi kepada khalayak
PR bisa memilih media konvensional, media sosial atau berbagai jenis media lainnya yang mampu menyebarkan informasi secara efektif kepada target khalayak. Dengan demikian, informasi yang disajikan melalui media dimaksud dapat dipahami dengan baik, dan bisa memberikan pemahaman pada khalayak. Untuk PR digital, pemilihan media online harus berhati-hati karena tidak semua media online dapat memberi hasil yang diinginkan.

Langkah kelima, penetapan anggaran
Seberapa besar anggaran yang dikeluarkan sangat bertalian dengan seluruh komponen kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya. PR digital walaupun tidak memakan biaya yang besar dalam pelaksanaan kampanyenya, tetapi harus memperhatikan anggaran yang dikeluarkan agar tidak ada pengeluaran yang sia-sia.

Keenam adalah pengukuran hasil
Proses kampanye PR harus dievaluasi dengan menggunakan berbagai cara: misalnya dengan melakukan survey singkat kepada khalayak yang sekarang bisa dibuat lewat google survey, melakukan wawancara terhadap pihak yang terlibat, melakukan observasi, atau melalui interpretasi terhadap data statistik yang terkait dengan proses kegiatan yang dilakukan. Melalui proses pelaksanaan kegiatan yang teratur dan konsisten, maka kegiatan kampanye PR itu bisa memberikan manfaat maksimal

Refrensi : www.fatmedia.co.uk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makmur Jika Bersyukur, Hancur Jika Kufur

Summer Paradise

chelsea ♥